Menguak Jejak Sejarah: Kumpulan Contoh Soal IPS Kelas 7 Bab 4 K13 tentang Masyarakat Indonesia dari Praaksara, Hindu-Buddha, hingga Islam (Plus Pembahasan Mendalam)
Pendahuluan
Mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah sebuah perjalanan menelusuri jejak peradaban manusia, memahami dinamika masyarakat, dan menggali kearifan lokal yang membentuk identitas bangsa. Bagi siswa kelas 7, Bab 4 mata pelajaran IPS Kurikulum 2013 (K13) menyajikan sebuah babak penting dalam sejarah Indonesia, yakni "Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam." Bab ini adalah fondasi krusial untuk memahami bagaimana masyarakat dan kebudayaan Indonesia terbentuk dari masa ke masa, melalui proses akulturasi dan perubahan yang dinamis.
Kurikulum 2013 menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa, mendorong kemampuan berpikir kritis, analitis, dan aplikatif, bukan sekadar hafalan. Oleh karena itu, bentuk soal yang disajikan pun dirancang untuk menguji pemahaman konseptual, kemampuan menalar, dan menganalisis informasi sejarah. Artikel ini akan menyajikan berbagai contoh soal IPS kelas 7 Bab 4 K13, mulai dari pilihan ganda, isian singkat, hingga uraian, lengkap dengan pembahasan dan panduan menjawabnya. Tujuannya adalah membekali siswa dengan pemahaman mendalam tentang materi serta strategi jitu dalam menghadapi soal-soal serupa.

Memahami Esensi Bab 4 IPS Kelas 7 K13
Bab 4 ini mencakup tiga periode besar dalam sejarah awal Indonesia:
- Masa Praaksara: Periode sebelum manusia mengenal tulisan. Fokus pada ciri kehidupan manusia purba (nomaden, berburu-meramu, bercocok tanam), perkembangan teknologi (alat batu, api), sistem kepercayaan awal (animisme, dinamisme), dan peninggalan kebudayaan (megalitikum, gerabah).
- Masa Hindu-Buddha: Periode masuk dan berkembangnya pengaruh kebudayaan India (Hindu dan Buddha) di Nusantara. Meliputi teori masuknya agama, munculnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha (Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno, Singasari, Majapahit), serta peninggalan kebudayaan berupa candi, arca, dan kitab-kitab kuno.
- Masa Islam: Periode masuk dan berkembangnya agama Islam di Nusantara. Meliputi teori masuknya Islam, saluran-saluran penyebaran (perdagangan, perkawinan, pendidikan, kesenian, tasawuf), munculnya kesultanan-kesultanan Islam (Samudera Pasai, Demak, Malaka, Ternate-Tidore, Mataram Islam), serta peninggalan berupa masjid, makam, dan tradisi Islam.
Kunci dari bab ini adalah memahami proses perubahan, kesinambungan, dan akulturasi yang terjadi di setiap periode, serta bagaimana setiap periode saling memengaruhi dan membentuk masyarakat Indonesia saat ini.
Contoh Soal dan Pembahasan Mendalam
Berikut adalah contoh-contoh soal yang dirancang sesuai dengan karakteristik K13, menguji berbagai aspek pemahaman siswa.
I. Soal Pilihan Ganda (Multiple Choice)
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
-
Pertanyaan: Masa praaksara adalah periode dalam sejarah manusia di mana manusia belum mengenal tulisan. Pembagian zaman batu pada masa praaksara yang ditandai dengan ditemukannya alat-alat serpih dan alat tulang, serta kehidupan manusia yang mulai semi-sedenter, adalah zaman…
a. Paleolitikum
b. Mesolitikum
c. Neolitikum
d. MegalitikumPembahasan:
- Jawaban Benar: b. Mesolitikum.
- Penjelasan: Zaman Mesolitikum (Batu Madya) ditandai dengan perubahan dari berburu-meramu murni menjadi semi-sedenter (menetap sementara), penggunaan alat serpih (flakes) dan alat tulang (bone tools), serta ditemukannya kjokkenmoddinger (sampah dapur dari kulit kerang) dan abris sous roche (gua tempat tinggal). Paleolitikum (Batu Tua) masih berburu-meramu dan alat kasar. Neolitikum (Batu Muda) bercocok tanam dan alat halus. Megalitikum adalah zaman batu besar.
-
Pertanyaan: Salah satu teori yang menjelaskan masuknya agama Hindu ke Indonesia adalah teori Waisya. Teori ini menyatakan bahwa agama Hindu dibawa oleh…
a. Para Brahmana yang diundang raja-raja lokal.
b. Golongan bangsawan atau ksatria yang melarikan diri dari India.
c. Para pedagang yang singgah dan menetap di Nusantara.
d. Para budak yang ikut dalam rombongan pedagang.Pembahasan:
- Jawaban Benar: c. Para pedagang yang singgah dan menetap di Nusantara.
- Penjelasan: Teori Waisya berpendapat bahwa pedagang India (golongan Waisya) yang berinteraksi dengan penduduk lokal adalah pembawa utama agama Hindu. Teori Brahmana (oleh kaum Brahmana), Teori Ksatria (oleh bangsawan/prajurit), dan Teori Arus Balik (bangsa Indonesia sendiri yang aktif belajar ke India) adalah teori lain yang perlu diketahui.
-
Pertanyaan: Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang besar dan pusat penyebaran agama Buddha di Asia Tenggara. Letak strategis Sriwijaya yang mendukung dominasinya dalam perdagangan dan pelayaran adalah di sekitar…
a. Sungai Mahakam
b. Sungai Brantas
c. Selat Malaka
d. Dataran Tinggi DiengPembahasan:
- Jawaban Benar: c. Selat Malaka.
- Penjelasan: Selat Malaka merupakan jalur perdagangan internasional yang sangat vital pada masa itu. Penguasaan Sriwijaya atas selat ini memungkinkan mereka mengontrol jalur pelayaran dan perdagangan antara India, Tiongkok, dan kepulauan Nusantara, menjadikan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim yang kuat.
-
Pertanyaan: Salah satu saluran penyebaran Islam di Nusantara yang paling efektif dan damai adalah melalui pernikahan. Contoh nyata dari saluran ini adalah…
a. Para ulama mendirikan pesantren untuk mengajar agama.
b. Pedagang muslim memperkenalkan ajaran Islam sambil berdagang.
c. Putri raja Majapahit menikah dengan saudagar muslim.
d. Pertunjukan wayang kulit yang menyisipkan nilai-nilai Islam.Pembahasan:
- Jawaban Benar: c. Putri raja Majapahit menikah dengan saudagar muslim.
- Penjelasan: Pernikahan antara saudagar muslim atau ulama dengan putri-putri bangsawan atau rakyat biasa adalah cara yang efektif. Melalui pernikahan, keluarga dan kerabat non-muslim cenderung lebih mudah menerima Islam. Pilihan a adalah pendidikan, b adalah perdagangan, d adalah kesenian.
-
Pertanyaan: Akulturasi budaya antara Islam dan budaya lokal di Indonesia terlihat jelas pada bentuk arsitektur masjid kuno. Ciri khas akulturasi ini yang paling menonjol adalah…
a. Kubah masjid yang berbentuk bawang.
b. Menara masjid yang sangat tinggi seperti di Timur Tengah.
c. Atap masjid yang berbentuk tumpang atau bersusun.
d. Dinding masjid yang dihiasi kaligrafi Arab secara menyeluruh.Pembahasan:
- Jawaban Benar: c. Atap masjid yang berbentuk tumpang atau bersusun.
- Penjelasan: Atap tumpang atau bersusun adalah adaptasi dari arsitektur pura atau bangunan suci pra-Islam di Nusantara. Ini menunjukkan adanya perpaduan antara unsur Islam (fungsi masjid) dengan unsur lokal (bentuk atap). Kubah dan menara tinggi lebih khas arsitektur Timur Tengah. Kaligrafi memang ada, tetapi bentuk atap adalah ciri akulturasi arsitektur yang sangat khas.
II. Soal Isian Singkat (Short Answer)
Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!
- Manusia purba jenis Homo sapiens yang diperkirakan sebagai nenek moyang bangsa Indonesia adalah salah satunya ditemukan di situs Wajak, Tulungagung, Jawa Timur, yang dikenal dengan nama Homo Wajakensis.
- Tradisi mendirikan bangunan dari batu-batu besar pada masa praaksara disebut kebudayaan Megalitikum.
- Kitab Sutasoma yang di dalamnya terdapat frasa "Bhinneka Tunggal Ika" ditulis pada masa Kerajaan Majapahit.
- Salah satu teori yang menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia berasal dari Persia pada abad ke-13 adalah teori Persia.
- Kesultanan Islam pertama di Nusantara yang terletak di Aceh dan menjadi pusat perdagangan serta penyebaran Islam adalah Samudera Pasai.
III. Soal Uraian/Esai (Essay Questions)
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan terperinci!
-
Pertanyaan: Jelaskan perbedaan kehidupan manusia pada masa Paleolitikum dan Neolitikum berdasarkan cara memperoleh makanan, alat yang digunakan, dan tempat tinggalnya!
Panduan Jawaban:- Paleolitikum (Batu Tua):
- Cara Memperoleh Makanan: Berburu dan meramu (food gathering) secara nomaden.
- Alat yang Digunakan: Alat-alat batu kasar (kapak perimbas, alat serpih), alat tulang.
- Tempat Tinggal: Berpindah-pindah (nomaden), di gua-gua atau alam terbuka.
- Neolitikum (Batu Muda):
- Cara Memperoleh Makanan: Bercocok tanam dan beternak (food producing), mulai mengenal sistem pertanian.
- Alat yang Digunakan: Alat-alat batu yang sudah dihaluskan (kapak lonjong, kapak persegi), gerabah.
- Tempat Tinggal: Menetap di perkampungan, membangun rumah sederhana.
- Kesimpulan: Perbedaan ini menunjukkan revolusi kebudayaan yang sangat signifikan dalam sejarah manusia praaksara.
- Paleolitikum (Batu Tua):
-
Pertanyaan: Analisislah pengaruh masuknya agama Hindu dan Buddha terhadap sistem sosial masyarakat Indonesia pada masa kerajaan!
Panduan Jawaban:- Pengenalan Sistem Kasta: Agama Hindu memperkenalkan sistem kasta (Brahmana, Ksatria, Waisya, Sudra) yang sebelumnya tidak dikenal di masyarakat Indonesia. Meskipun tidak sekaku di India, sistem ini memengaruhi stratifikasi sosial.
- Munculnya Konsep Kerajaan/Raja: Konsep dewa-raja atau raja sebagai inkarnasi dewa dari India memengaruhi sistem pemerintahan. Raja menjadi pusat kekuasaan yang sakral.
- Perkembangan Arsitektur dan Seni: Munculnya candi sebagai tempat ibadah dan pusat keagamaan (misalnya Borobudur dan Prambanan) yang mencerminkan seni arsitektur dan patung yang sangat maju.
- Perkembangan Bahasa dan Sastra: Pengaruh bahasa Sanskerta dan aksara Pallawa, yang kemudian melahirkan aksara-aksara lokal dan karya sastra (misalnya Kakawin Ramayana, Mahabharata).
- Sistem Kepercayaan: Pergeseran dari animisme/dinamisme ke agama Hindu-Buddha, meskipun seringkali terjadi akulturasi dengan kepercayaan lokal.
-
Pertanyaan: Jelaskan bagaimana Islam dapat diterima secara luas dan cepat oleh masyarakat Indonesia meskipun disebarkan tanpa paksaan! Sebutkan minimal tiga saluran penyebarannya!
Panduan Jawaban:- Faktor Penerimaan Cepat:
- Kesetaraan: Islam tidak mengenal kasta, sehingga menarik bagi golongan masyarakat bawah yang merasa tertindas oleh sistem kasta Hindu.
- Sifat Damai: Penyebarannya dilakukan secara damai dan adaptif, tidak melalui peperangan.
- Kemudahan Syarat: Syarat masuk Islam yang mudah (mengucapkan syahadat) dan tidak ada ritual rumit.
- Dukungan Ekonomi: Para pedagang muslim seringkali membawa kemajuan ekonomi dan teknologi.
- Saluran Penyebaran (Pilih minimal tiga):
- Perdagangan: Pedagang muslim dari Arab, Persia, dan Gujarat singgah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara, berinteraksi, dan memperkenalkan Islam.
- Pernikahan: Pedagang atau ulama muslim menikahi penduduk lokal, terutama putri-putri bangsawan, sehingga mempercepat penyebaran Islam melalui hubungan kekerabatan.
- Pendidikan: Pendirian pesantren oleh para ulama untuk mengajarkan agama Islam kepada masyarakat luas.
- Kesenian: Penggunaan media seni tradisional (misalnya wayang kulit oleh Sunan Kalijaga, seni musik) untuk menyisipkan nilai-nilai Islam.
- Tasawuf: Ajaran tasawuf yang bersifat mistis dan mudah diterima oleh masyarakat yang sebelumnya memiliki kepercayaan animisme/dinamisme.
- Politik/Pemerintahan: Berdirinya kesultanan-kesultanan Islam yang kemudian mengislamkan rakyatnya.
- Faktor Penerimaan Cepat:
Strategi Jitu Menjawab Soal IPS K13 Bab 4
Untuk mencapai hasil maksimal dalam menjawab soal-soal IPS K13, terutama bab sejarah, siswa perlu menerapkan beberapa strategi:
- Pahami Konsep, Bukan Hanya Menghafal: K13 menekankan pemahaman mendalam. Jangan hanya menghafal nama raja, tahun, atau peristiwa, tetapi pahami mengapa peristiwa itu terjadi, bagaimana dampaknya, dan apa hubungannya dengan peristiwa lain. Misalnya, mengapa Islam mudah diterima? Jawabannya bukan hanya "karena disebarkan oleh pedagang," tetapi juga "karena sifatnya yang setara, damai, dan adaptif."
- Gunakan Peta Konsep atau Garis Waktu: Visualisasikan materi dengan membuat peta konsep atau garis waktu. Ini membantu mengorganisir informasi dan melihat keterkaitan antarperiode (praaksara – Hindu-Buddha – Islam) serta peristiwa-peristiwa di dalamnya.
- Latih Kemampuan Analisis dan Sintesis: Soal uraian seringkali meminta analisis (menguraikan masalah menjadi bagian-bagian) dan sintesis (menggabungkan berbagai ide menjadi kesatuan). Latih diri dengan mencoba menjelaskan hubungan sebab-akibat, perbandingan, dan dampak suatu peristiwa.
- Perhatikan Kata Kunci dalam Pertanyaan: Setiap pertanyaan memiliki kata kunci (misalnya "jelaskan perbedaan," "analisislah pengaruh," "sebutkan saluran"). Pastikan jawabanmu fokus pada apa yang diminta oleh kata kunci tersebut.
- Baca Sumber Belajar Beragam: Jangan terpaku pada satu buku saja. Baca dari berbagai sumber (buku teks, artikel ilmiah, video edukasi) untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas dan detail.
- Manfaatkan Diskusi dan Tanya Jawab: Berdiskusi dengan teman atau bertanya kepada guru dapat membantu mengklarifikasi konsep yang sulit dan memperkaya pemahaman.
- Latih Menulis Jawaban Uraian: Untuk soal uraian, jangan takut untuk menulis panjang. Rangkai argumenmu dengan sistematis, mulai dari pengenalan, isi yang didukung fakta/penjelasan, hingga kesimpulan. Gunakan kalimat yang jelas dan efektif.
Kesimpulan
Bab 4 IPS Kelas 7 K13 adalah jendela menuju masa lalu gemilang bangsa Indonesia. Mempelajarinya bukan hanya tentang menghafal tanggal dan nama, tetapi juga tentang memahami proses panjang pembentukan identitas dan kebudayaan kita. Melalui latihan soal yang bervariasi, siswa dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, analisis, dan sintesis yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.
Dengan memahami konsep dasar setiap periode (praaksara, Hindu-Buddha, Islam), melatih diri dengan berbagai jenis soal, dan menerapkan strategi menjawab yang efektif, siswa akan lebih siap menghadapi ulangan harian, penilaian tengah semester, maupun ujian akhir. Sejarah adalah guru terbaik, dan dengan memahaminya, kita dapat mengambil pelajaran berharga untuk masa depan. Teruslah belajar dan gali kekayaan sejarah Indonesia!

